BERBAGAI LEVEL SIKAP MENTAL
Informasi lebih rinci berkaitan dengan pelatihan sikap mental dapat diacu dari literatur terkait.
a. Attending
Attending merupakan aspek sikap mental yang mana levelnya dengan tahap pengamatan (observing) pada pengumpulan data. Pada tahap ini, yang merupakan persyaratan tahap responding, personil mengarahkan perhatiannya kepada instruksi atasan dan tugas di tangan. Bila personil gagal melaksanakan tahap ini maka tidak mungkin pikirannya (state ofmind) dapat dibawa ke tahap berikutnya.
b. Responding
Pada level responding ini, personil memberikan respon (tanggapan) terhadap aktivitas tempat kerja, khususnya terhadap arahan dan tugas dari atasan. Personil akan bertanya, menjawab pertanyaan, memulai mengerjakan tugas yang diwajibkan, memberikan respon dalam diskusi, berpartisipasi dalam kegiatan yang diperintahkan, atau mendiskusikan pekegaan. Mungkin di dalam responnya, personil menunjukkan suatu keinginan interaktif. Bila menjumpai suatu fenomena, kejadian, arahan, atau tugas, respon personil mungkin dapat positif maupun negatif, tetapi ha1 itu diarahkan kepada kegiatan di tempat kerja
c Complying
Pada level complying ini personil melaksanakan instruksi dan menyelesaikan tugas di tangannya. Dalam hal int, personil bereaksi dengan cara seperti yang diminta atau menunjukkan ketaatan terhadap aturan, penyelesaian tugas, partisipasi dalam diskusi, dan berkonsentrasi pada pelaksanaan tanggung jawab. Dengan kata lain, pada level sikap int motivasi berperilaku yang diharapkan sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal karena personil melaksanakan tanggung jawab karena keinginan orang lain, bukan karena keyakinan pribadinya terhadap manfaat pelaksanaan tugas.
d Accepting
Pada level ini, dalam perilaku, pendirian, dan posisinya personil telah menunjukkan manfaat dari sebuah nilai dengan secara berulang dan mandiri bertindak yang sesuai nilai tersebut. Dalam hal ini, personil bertindak secara konsisten sesuai dengan pikiran atau perilaku tunggal, dan dapat menunjukkan alasan daripada sekedar kepatuhan untuk melaksanakan tugas, menunjukkan tanggung jawab secara mandiri, melaksanakan tugas dengan kesadaran sendin, singkatnya tanpa tekanan dari luar. Personil melakukan artikulasi alasan yang melatarbelakangi sebuah tindakan, menyatakan sebuah dasar untuk mendukung sebuah posisi, menampilkan tanggung jawab secara rlıandiri, dan mengerjakan tugas secara suka rela.
e. . preferring
Pada level ini, dalam perilaku, pendirian, dan posisinya personil telah menunjukkan manfaat suatu nilai dengan secara berulang dan mandiri bertindak sesuai dengan nilai tersebut serta melakukan identifikasi alasan untuk tindakannya_ Personil mungkin akan membela sebuah posisi, mengundang kritik, menolak pemyataan yang bertentangan dengan keyakinannya, atau mengusulkan suatu pemikiran. Perilaku personil akan selalu konsisten sepanjang waktu dan pada berbagai situasi. Personil melakukan artikulasi dukungan untuk sebuah posisi, menyatakan alternatif terhadap posisi yang dipilih, menyatakan alasan kenapa sebuah alternatif dipilih, mengharap kritik terhadap posisi yang dipilih serta pekeijaan yang telah diselesaikan.
Integrating
Pada level ini, personil menunjukkan sebuah pola perilaku-berbasis nilai, dimana personil telah memulai mengembangkan pola perilaku yang merefleksikan nilai dan prinsip setelah melakukan pengujian yang tangguh (thoughtful) terhadap berbagai alternatif dan konsekuensi, dan bertindak secara konsisten atas dasar nilai dan prinsip tersebut sebagai individu yang bisa mengarahkan dirinya sendiri (self-directing). Selanjutnya, personil akan mengevaluasi aktivitas, obyek, dan argumen; menggunakan kriteria untuk membuat penilaian (judgements); dan mendasarkan tindakannya pada pertimbangan atas nilai dan faktor lain yang terkait pada sistuasi yang tertentu, tidak atas dasar nilai tersendiri atau faktor tunggal yang lain. Personil mengevaluasi kegiatan, obyek, dan alasan; menerapkan kriteria untuk penilaian, dan mendasarkan tindakannya kepada pertimbangan nilai dan faktor lain yang terkait dengan situasi yang ada, tidak mendasarkannya kepada nilai semata atau kepada faktor tunggal.
Kemampuan personil untuk mencapai level integrating selain dipengaruhi oleh
faktor luar (external pressure) juga oleh faktor motivasi. Motivasi yang terkait erat dengan pemenuhan kebutuhan internal inilah yang akan menentukan apakah perilaku personil dapat dibangkitkan, diarahkan, atau dipertahankan untuk mencapai sasaran kegiatan.
Kontributor : Sanifatun
Ilmu manajemen Msdm2
Komentar
Posting Komentar